Senin, 03 Oktober 2016

Terbongkarnya Penipuan CPNS, Tersangka sudah ditahan

Info CPNS ~ Terbongkarnya Penipuan CPNS, Tersangka sudah ditahan | Penipuan dengan berkedok menjanjikan korban mampu masuk menjadi Calon Petugas Negeri Sipil (CPNS), kembali berlangsung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kali ini, menimpa Subakar (63) masyarakat Desa Deket besar Kecamatan Sugio, Lamongan, serta Hadi Pranoto (38) masyarakat Desa Jubelkidul, Kecamatan Sugio, Lamongan.


Keduanya menjadi korban Supono, yg menjanjikan mampu mempermudah menjadi CPNS.

“Dengan imbalan sejumlah duit saya yakin Supono bisa membantu menjadikan salah satu anak saya juga sebagai PNS. Tapi nyata-nyatanya seluruh ini cuma rekayasa, & saya kena tipu,” papar Subakar, Selasa (4/10/2016).

Sama halnya dengan Subakar, Hadi yang berprofesi sbg penjaga sekolah mengaku kepincut dengan tawaran Supono, sebab yg bersangkutan sanggup berikhtiar ia naik jabatan dgn diangkat juga sebagai CPNS.

“Tapi setelah saya lama menunggu, panggilan jadi PNS yg dijanjikan olehnya tak kunjung aku temukan oleh karenanya aku seterusnya melaporkan Supono ke polisi, karena saya juga sudah terlanjur membayar banyaknya uang kepadanya,” beber Hadi.

Atas dasar laporan Subakar dan Hadi, setelah itu jajaran Satreskrim Polres Lamongan mengamankan tersangka di rumahnya yg berada di Dusun Wangun, Desa Daliwangun, Kecamatan Sugio, Lamongan, kepada Senin (3/10/2016) kemarin sekitar pukul 13.30 WIB.

“Sekali lagi, ini menjadi pelajaran bagi kita seluruhnya utk tidak enteng yakin dapat seorang yang menjanjikan mampu mempermudah jadi PNS dengan imbalan jumlahnya duit Karena kejadian seperti ini tidak sekali ini saja, tetapi telah berulang sekian banyak kali,” papar Kepala Urusan Subbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raksan.

Raksan pula menyesalkan aksi yang dilakukan oleh Supono, sebab yg bersangkutan tetap terdaftar juga sebagai PNS aktif di salah satu Dinas Pemerintahan Daerah setempat.

“Untuk itu, aku serta mengimbau pada masyarakat agar tak enteng percaya biarpun yang menjanjikan menjadi CPNS itu adalah PNS aktif. Sebaiknya, seandainya ingin jadi CPNS ya ikuti saja mekanisme yg telah ditentukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Supono saat ini diamankan di Mapolres Lamongan. Ia dijerat Pasal 378 junto Pasal 372 KUHP berkenaan penipuan, dengan ancaman hukuman penjara tatkala empat thn
Penipuan dengan berkedok menjanjikan korban sanggup masuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), kembali berlangsung di Kab Lamongan, Jawa Timur. Kali ini, menimpa Subakar (63) masyarakat Desa Deket akbar Kecamatan Sugio, Lamongan, serta Hadi Pranoto (38) warga Desa Jubelkidul, Kecamatan Sugio, Lamongan.

Keduanya menjadi korban Supono, yg menjanjikan dapat menolong menjadi CPNS.

“Dengan imbalan sebanyak duit saya percaya Supono bisa menunjang menjadikan salah satu anak aku sebagai PNS. Tapi nyatanya semua ini cuma rekayasa, dan saya kena tipu,” ucap Subakar, Selasa (4/10/2016).

Sama halnya dengan Subakar, Hadi yang berprofesi juga sebagai penjaga sekolah mengaku kepincut dengan tawaran Supono, sebab yg bersangkutan dapat berikhtiar ia naik jabatan dgn diangkat yang merupakan CPNS.

“Tapi setelah saya lama menunggu, panggilan menjadi PNS yang dijanjikan olehnya tidak kunjung aku temukan sebab itu aku selanjutnya melaporkan Supono ke polisi, lantaran aku serta telah terlanjur membayar banyaknya uang kepadanya,” beber Hadi.

Atas dasar laporan Subakar & Hadi, setelah itu deretan Satreskrim Polres Lamongan mengamankan pelaku di rumahnya yg berada di Dusun Wangun, Desa Daliwangun, Kecamatan Sugio, Lamongan, terhadap Senin (3/10/2016) tempo hari kurang lebih pukul 13.30 WIB.

“Sekali lagi, ini menjadi pelajaran bagi kita seluruhnya utk tidak mudah percaya bakal satu orang yg menjanjikan bisa menunjang menjadi PNS bersama imbalan jumlahnya uang Karena kejadian seperti ini tak sekali ini saja, tetapi sudah berulang sekian banyak kali,” ucap Kepala Urusan Subbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raksan.

Raksan pun menyesalkan tindakan yg dilakukan oleh Supono, karena yang bersangkutan masihlah tertulis sbg PNS aktif di salah satu Dinas Pemerintahan Daerah setempat.

“Untuk itu, saya pula mengimbau terhadap penduduk agar tidak mudah percaya biarpun yang menjanjikan menjadi CPNS itu merupakan PNS aktif. Sebaiknya, bila mau jadi CPNS ya ikuti saja prosedur yg sudah ditentukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Supono dikala ini diamankan di Mapolres Lamongan. Ia dijerat Pasal 378 junto Pasal 372 KUHP menyangkut penipuan, bersama ancaman hukuman penjara selama empat th
Penipuan dengan berkedok menjanjikan korban sanggup masuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), kembali berlangsung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kali ini, menimpa Subakar (63) masyarakat Desa Deket besar Kecamatan Sugio, Lamongan, juga Hadi Pranoto (38) warga Desa Jubelkidul, Kecamatan Sugio, Lamongan.

Keduanya menjadi korban Supono, yg menjanjikan mampu menolong menjadi CPNS.

“Dengan imbalan jumlahnya duit saya percaya Supono bisa menunjang menjadikan salah satu anak saya sbg PNS. Tapi nyatanya seluruhnya ini cuma rekayasa, & aku kena tipu,” ucap Subakar, Selasa (4/10/2016).

Sama halnya bersama Subakar, Hadi yg berprofesi sbg penjaga sekolah mengaku kepincut bersama penawaran Supono, sebab yg bersangkutan mampu mengupayakan dia naik jabatan bersama diangkat sbg CPNS.

“Tapi sesudah aku lama menunggu, panggilan jadi PNS yg dijanjikan olehnya tak kunjung aku temukan sebab itu aku setelah itu melaporkan Supono ke polisi, karena aku pula telah terlanjur membayar banyaknya uang kepadanya,” beber Hadi.

Atas basic laporan Subakar dan Hadi, seterusnya jajaran Satreskrim Polres Lamongan mengamankan pelaku di rumahnya yang berada di Dusun Wangun, Desa Daliwangun, Kecamatan Sugio, Lamongan, pada Senin (3/10/2016) kemarin kira kira pukul 13.30 WIB.

“Sekali lagi, ini jadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak enteng percaya akan seseorang yang menjanjikan dapat membantu menjadi PNS dengan imbalan sejumlah duit Karena kejadian seperti ini tidak sekali ini saja, namun telah berulang sekian banyak kali,” ucap Kepala Urusan Subbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raksan.

Raksan juga menyesali aksi yang dilakukan oleh Supono, karena yang bersangkutan masihlah terdaftar juga sebagai PNS aktif di salah satu Dinas Pemerintahan Daerah setempat.

“Untuk itu, saya pun mengimbau kepada warga biar tak gampang yakin biarpun yg menjanjikan jadi CPNS itu yaitu PNS aktif. Sebaiknya, bila ingin menjadi CPNS ya ikuti saja prosedur yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Supono diwaktu ini diamankan di Mapolres Lamongan. Ia dijerat Pasal 378 junto Pasal 372 KUHP berkenaan penipuan, dengan ancaman hukuman penjara sewaktu empat th